CARA MENGHADAPI KRITIKAN PEDAS
Sang Pencipta yang mencipta alam ini juga yang mencipta manusia yang mempunyai akal yang panjang sering mendapat cacian dan cercaan dari orang-orang yang dikatakan berakal. Maka, apalagilah kita sebagai manusia yang terlalu lemah dan banyak kekurangan ini. Di dalam hidup ini, terutama jika kita selalu memberi, memperbaiki, mempengaruhi dan berusaha membangun, maka kita akan selalu menghadapi kritikan-kritikan yang pedas dan pahit. Mungkin, sesekali kita akan mendapat cemohan, maki hamun dan hinaan dari orang lain dan kadang-kadang dari keluarga terdekat kita sendiri.
Mereka tidak akan berhenti mengkritik kita sehingga kita mengakhiri hidup ini malah selepas kita meninggalkan dunia ini masih ada lagi mulut-mulut yang tidak boleh dijahit dan di tutup akan terus mengkritik kita. Apatah lagi bila anda masih berada di tengah-tengah kehidupan mereka, maka akan selalu ada perbuatan mereka yang membuatkan kita berasa sedih dan menitiskan air mata atau membuat anda tidak senang tidur.
Perlu di ingatkan, memang manusia itu begitu tabiinya dan kadang-kadang kitapun begitu juga, seperti mereka juga, ada juga yang mungkin tidak sama atau tidak setuju dengan pendapat mereka. Jadi kita pun mengkritik dan menegur mereka. Jika mereka marah dan kesal dengan perbuatan kita mungkin ada sesuatu yang istimewa yang ada pada kita yang lebih baik daripada mereka mungkin dalam hal kebaikan, keilmuan, tindak tanduk atau harga. Jelasnya, kita di mata mereka adalah orang yang berdosa yang tak terampun sampai anda melepaskan semua kurnia dan nikmat Allah yang ada pada diri kita atau sampai kita meninggalkan semua sifat terpuji dan nilai-nilai luhur yang selama ini kita pegang teguh. Dan menjadi orang yang lupa diri itu adalah yang mereka inginkan dari diri kita.
Oleh sebab itu, waspadalah terhadap apa yang mereka katakan. Kuatkan jiwa untuk mendengar kritikan, cemuhan dan hinaan mereka! Bersikaplah laksana batu cadas, tetap kukuh berdiri meskipun di terpa butiran-butiran salju yang menderanya setiap saat dan ia jesteru semakin kuat kerananya. Ertinnya jika kita merasa terusik dan terpengaruh oleh kritikan atau cemuhan mereka, bererti kita telah meluluskan keinginan mereka untuk mengotori dan mencemarkan kehidupan kita. Padahal, yang terbaik adalah menjawab atau merespon kritikan mereka dengan menunjukkan akhlak yang baik. Biarkanlah saja mereka, dan jangan ada rasa tertekan oleh setiap tipudayanya untuk menjatuhkan kita. Sebab, kritikan mereka yang menyakitkan itu pada hakikatnya merupakan ungkapan penghormatan untuk kita. Yakni, semakin tinggi darjah dan posisi yang kita miliki, maka akan semakin pedas pula kritikan itu.
Betapapun, biarkan kesulitan kita membungkam mulut mereka dan menahan gerakan lidah mereka. Yang kita mampu adalah hanya menanam dalam-dalam setiap kritikan mereka, mengabaikan segala tohmahan, hinaan dan cercaan mereka serta cuba memikirkan samada kritikan itu ada benarnya atau tidak di sisi Allah atau Islam. Dan perbaikilah jika ia benar-benar bertentangan dengan kehendak Allah.
Malah kita juga tidak menyumbatkan potongan -potongan daging ke mulut mereka agar diam seribu bahasa dengan cara memberikan keutamaan kepada yang sepatutnya, memperbaiki akhlak dan membetulkan setiap kesalahan kita. Dan bila kita ingin di terima oleh semua pihak, dicintai semua orang dan terhindar dari cela bererti kita telah menginginkan sesuatu yang mustahil terjadi dan mengagankan sesuatu yang terlalu jauh untuk di wujudkan.
Petikan dari buku LA TAHZAN(Jangan Bersedih)
Hakcipta terpelihara © 2008 ILHAM NISHA